Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia – Setiap negara memiliki nilai-nilai yang ingin dipenuhi dalam kehidupan dan kehidupan nyata. Gagasan-gagasan tersebut merupakan arah dan tujuan utama serta berfungsi menunjukkan arah tujuan nasional. Kemampuan, kekuatan, ketekunan dan kegigihan negara untuk melemahkan atau menghancurkan tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan disebut Ketahanan negara. Oleh karena itu, perlu memperkuat, membangun, dan mengembangkan seluruh stabilitas nasional dalam upaya menjaga kehidupan nasional dan kelangsungan hidup negara.

Pancasila sebagai dasar pemerintahan yang juga mempengaruhi ketahanan nasional, merupakan hasil olah pikir manusia Indonesia yang agung, sistematis, dan kuat, yang diklasifikasikan sebagai kumpulan kata yang mengandung gagasan penting dan digabungkan menjadi satu landasan. . asas dan pedoman atau asas hidup dan hidup bersama dalam kesatuan Negara Indonesia yang merdeka. Terciptanya Pancasila tidak lepas dari kondisi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Indonesia di bawah kekuasaan kolonial saat itu. [1] Semangat anti-kolonialisme dan menjadi negara yang merdeka sepenuhnya adalah dasar dari asal usul Pancasila.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia

Dalam penciptaan Pancasila, Soekarno mencoba menggabungkan semua pemikiran dari kelompok yang berbeda dan membuang kepentingan individu, suku dan kelompok. Soekarno menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia adalah kemerdekaan semua golongan. Karena keragaman bangsa Indonesia, Soekarno mempresentasikan konsep dasar Pancasila yang memiliki sikap “segalanya untuk semua orang”. Pancasila tidak hanya dimaksudkan sebagai ideologi pemersatu dan terkait dengan kehidupan nasional dan kepentingan negara, tetapi juga sebagai dasar, filosofi, dan sistem kehidupan negara. Sesuai dengan keinginan hati nurani manusia, Pancasila memiliki nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan (kemanusiaan), patriotisme (persatuan), demokrasi dan keadilan [2].

Pancasila Ideologi Bangsa Dikagumi Bangsa

Ketahanan Nasional adalah kondisi suatu negara atau negara yang meliputi ketahanan dan kegigihan serta kemampuan untuk mengembangkan kekuatan negara dalam menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar, baik langsung maupun tidak langsung. ke satu. yang mengancam dan membahayakan martabat, jati diri, kehidupan dan pemerintahan bangsa serta perjuangan untuk mencapai tujuan perjuangan nasional.[3] Oleh karena itu, Ketahanan Nasional merupakan kondisi kehidupan dan kehidupan nasional yang harus diakui dan digalakkan berulang-ulang dan harus menjadi dasar pemikiran geografis dan geografis sebagai suatu konsep yang dikembangkan dan dikembangkan dengan melihat konstelasi yang ada di seluruh Indonesia. .

Konsep penentuan nasib sendiri bangsa Indonesia adalah suatu konsep pembangunan kekuatan nasional melalui penguasaan dan pelaksanaan pemerataan, pemerataan dan pemerataan, kemakmuran dan keamanan dalam segala aspek kehidupan secara menyeluruh, menyeluruh, dan terpadu menurut Pancasila, Undang-Undang Dasar. 1945. , dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsep Ketahanan Nasional Indonesia adalah suatu arah (metode) untuk meningkatkan (teknik) stabilitas dan stabilitas negara yang dapat memajukan kekuatan negara, melalui kemakmuran dan keamanan.

Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah kekuatan negara yang memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan negara untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan pemerintah dalam mencapai tujuan nasional. Dasar dari konsep Keberlanjutan Nasional di Indonesia adalah pengendalian dan penyelenggaraan kemakmuran dan keamanan dengan pemerataan, pemerataan dan pemerataan dalam bidang kehidupan dan kehidupan berbangsa.

Secara teori, ideologi berasal dari aliran pemikiran/filsafat dan merupakan aplikasi dari sistem filsafat itu sendiri. [4] Menurut Antoine Destut de Tracy (1836) ideologi adalah ilmu tentang munculnya nilai atau gagasan. Daniel Bell kemudian mengukuhkannya sebagai sistem kepercayaan, untuk memotivasi orang atau sekelompok orang untuk bertindak sesuai dengan ideologi tersebut.[5]

Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara

Menurut sejarah bangsa Indonesia, pemerintah menetapkan Pancasila sebagai pedoman dan pedoman hidup. Pancasila merupakan hasil pemikiran para pemikir nasional yang dikembangkan untuk mempersatukan persatuan dan kesatuan negara. Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai yang diturunkan dari atau ditonjolkan oleh nilai-nilai inti budaya Indonesia yang telah tumbuh selama ratusan tahun di masyarakat Indonesia. Pancasila sendiri, sebagai pemikiran ideologis yang jernih, tidak dapat memungkiri adanya konsekuensi keberadaannya di antara ideologi-ideologi lain di dunia. Ciri khas ideologi terbuka adalah bahwa ideologi dasar yang ingin diterima masyarakat bukan berasal dari luar masyarakat atau dipaksakan oleh elit penguasa.[6] Namun terbuka terhadap perubahan eksternal, tetapi memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk memutuskan nilai-nilai eksternal apa yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai inti yang ada dan tidak boleh diubah.

Pancasila memiliki berbagai kedudukan dalam struktur negara dan bangsa Indonesia, yaitu sebagai dasar pemerintahan, ideologi nasional, pandangan hidup negara, dan negara yang mempersatukan atau mempersatukan. Semua ini didasarkan pada prinsip nilai-nilai empat pilar negara (Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika). Pada prinsipnya harus di area terbuka. Sebagai dasar pemerintahan, Pancasila telah menjadi acuan peraturan perundang-undangan, sebagai ideologi bangsa, Pancasila adalah pedoman pembangunan bangsa, Pancasila sebagai pedoman hidup, Pancasila merupakan sikap, sikap dan karakter seseorang. atau karakter. Sebagai bangsa dan sebagai satu kesatuan, Pancasila merupakan pendukung pluralisme.

Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa Pancasila akan selalu menghadapi proses pemahaman antara yang membela dan yang tidak mempertahankannya, sebagai akibat logis di tengah peradaban global yang tidak menentu.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia

Lima sila Pancasila adalah satu kesatuan sehingga pemahaman dan penerapannya harus mencakup semua nilai di dalamnya.

Fungsi Dan Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dapat ditemukan dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945, Pancasila sebagai dasar negara diatur dalam Ketetapan MPR RI No. XVIII/MPR/1998. Pancasila sebagai pedoman hidup dan sumber hukum diatur dengan Keputusan Pemerintah. MPRS RI Nomor : XX/MPRS1966 ju. ketukan. MPR RI No: IX/MPR/1976. [8]

Pancasila adalah ideologi nasional, dasar pemerintahan, sumber hukum, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan Pancasila secara murni dan konsisten, apakah itu untuk tujuan atau untuk tujuan. Pelaksanaan tujuannya adalah pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam asas-asas yang dinyatakan atau setidak-tidaknya dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan segala peraturan perundang-undangan di bawahnya, serta segala kegiatan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Praktik etis merupakan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai individu, anggota masyarakat dan pemerintah. Pancasila memiliki watak yang sangat baik, jujur ​​dan luas yaitu terbuka terhadap pembangunan yang terjadi sesuai dengan realitas perkembangan kehidupan namun tetap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pancasila sebagai pusat ideologi utama dunia (kapitalisme dan sosialisme) dapat dijelaskan dengan teori bandul, yang berayun ke kanan dan kiri tetapi umumnya tetap pada porosnya. Bung Hatta pernah berkata bahwa mendefinisikan masa depan Pancasila itu seperti berlayar atau mendayung, dan kita berada di luar pulau besar.[9] Ideologi negara yang seharusnya menjadi acuan dan dasar seluruh elemen negara Indonesia, terutama para pemimpin pemerintahan, politisi dan pelaku ekonomi serta masyarakat dalam ikut serta membangun negara, telah bubar dan terisolasi. Padahal, seperti darah dalam tubuh dan seperti minyak yang melumasi mesin, Pancasila sangat penting bagi kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk sejarah keberadaan Pancasila, setidaknya ada tiga alasan yang membuat Pancasila terisolasi dalam pembangunan kehidupan nasional dan pemerintahan:

Tidak hanya tantangan di atas tetapi Pancasila juga mendapat tantangan dari ideologi Trans seperti: liberalisme, individualisme, pragmatisme, hedonisme dan juga ideologi lain yang didatangkan dari luar negeri. Secara ontologis, hubungan Pancasila pada dasarnya dapat digambarkan sebagai hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri.

Pancasila Ideologi Kita

Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ichlasul Amal MA, pernah mengatakan bahwa ajaran Pancasila yang sebenarnya sama sekali tidak sesuai dengan tren modern yang telah memasuki dunia tercinta Indonesia. Perkembangan ekonomi global yang cenderung kapitalis tidak sejalan dengan ekonomi Pancasila yang berlandaskan prinsip kerakyatan. Di sisi lain, ekonomi global sama sekali tidak melihatnya[10] Tidak hanya itu, ajaran yang terkandung dalam Pancasila juga mulai disalahpahami. Misalnya, orde pertama dari Tuhan Yang Maha Esa. Banyak orang masih bertanya dan berbicara tentang agama. Seharusnya tidak terjadi karena itu semua adalah bagian dari Pancasila. Belum lagi hal-hal lain. Asas Indonesia Bersatu misalnya, masih dipersoalkan oleh mereka yang masih mempersoalkan suku dan ras dalam pelaksanaan hubungan sosial di masyarakat.

Di wilayah Indonesia, Pancasila menghadapi tantangan internal seperti Perang Ambon kedua dan terakhir, bom bunuh diri di kota Solo pada hari Minggu, 25 September 2011, serta konflik antar etnis. , di desa. , kalangan pelajar, dan kalangan pelajar serta mengangkat isu kebangkitan Negara Islam di Indonesia (NII) menunjukkan bahwa upaya membangun persatuan persatuan dan kesatuan negara Indonesia berdasarkan ideologi Pancasila selesai sampai sekarang. kesuksesan. Menghadapi persoalan ideologis dan fenomena berbahaya lainnya yang mengancam persatuan bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi gerakan sektarian Islam, terorisme, dan NII, pidato Bung Karno diharapkan ketika membahas prinsip tiga versi. atau sila keempat versi UUD 1945. , adalah konsep “Kerakyatan yang berpedoman pada hikmat refleksi/manifestasi” khusus bagi golongan Islam dengan mengatakan:

“Indonesia bukan negara satu orang, bukan negara golongan, bahkan golongan kaya. Tapi kami memperkenalkan situasi “semua untuk semua”, “satu untuk semua, semua untuk satu”. Saya percaya bahwa sejauh mana kekuatan negara Indonesia adalah dialog perwakilan. Dari sudut pandang Islam, ini adalah tempat terbaik untuk mempertahankan agama. Kami juga Muslim, – maaf, seribu maaf, Islam saya jauh dari sempurna, – tetapi jika Anda membuka dada saya, dan melihat bahwa saya memiliki hati, Tuan-tuan, Anda tidak akan melihat apa pun kecuali hati seorang Muslim. Dan hati Muslim Bung Karno ingin melindungi Islam dengan mufakat, dengan musyawarah. Dengan kesepakatan, perbaiki semuanya, termasuk perlindungan agama, ……”[11]

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Indonesia

Citra NII merupakan citra pemisahan dan penyambungan kembali. Hal ini dikarenakan adanya penyimpangan dari pemahaman dan ajaran Islam oleh organisasi NII. Gerakan NII jelas merupakan kelompok yang mengaku berjuang untuk Negara Islam, tetapi sebenarnya menentangnya.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia

Rangkuman pancasila sebagai ideologi negara, jelaskan pancasila sebagai ideologi negara, makalah pancasila sebagai ideologi negara, pancasila sebagai ideologi bangsa, makalah pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, pancasila sebagai ideologi negara artinya, hakikat pancasila sebagai ideologi negara, pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, fungsi pancasila sebagai ideologi bangsa, fungsi pancasila sebagai ideologi negara, makna pancasila sebagai ideologi bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.